Penting Diketahui Sebelum Beli Tanah Kavling

UNTUK MENGHINDARI LAHAN BERMASALAH YANG BERUJUNG PADA KERUGIAN

Tanah Kavling

Adalah bidang2 tanah yang berada pada suatu lokasi tertentu yang dilakukan pemecahan surat tanahnya. Bisa oleh pribadi atau badan usaha (developer) yang awalnya berasal dari surat induk hasil penggabungan maupun surat induk tunggal.

Syarat Jual Beli

Adapun persyaratan dan ketentuan jual beli tanah kavling yaitu adanya subyek hukum (penjual & pembali) yang sah, objek tanahnya juga sah untuk dijual-belikan, serta mengikuti mekanisme jual beli yang sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku, maka transaksi jual beli tanah kavling tersebut dianggap SAH.

Ketika

Anda ingin membeli Tanah Kavling, baik untuk tujuan investasi maupun dipakai hunian sendiri, sebaiknya Anda mempertimbangkan serta wajib memperhatikan beberapa hal sebelum anda memutuskan untuk membeli tanah kavling tersebut, diantaranya :

Cek Surat Tanah

Sebelum jadi Sertifikat Hak Milik (SHM) bisa jadi surat tanah sebelumnya masih berupa Pethok D, Letter C, AJB, atau Hak Guna Bangunan (HGB). Jika masih belum berupa AJB/SHM, tanyakan pada pihak penjual atau developer soal siapa yang akan menanggung biaya peningkatan hak menjadi Akte Jual Beli (AJB) hingga Sertifikat Hak Milik (SHM).

Mengetahui Batas Kavling

Batas-batas tanah yang dijelaskan pihak penjual berdasarkan siteplan (peta bidang tanah kavling) ternyata bisa juga berbeda dengan yang tertulis di sertifikat nantinya. Kita sebagai pembeli haruslah menanyakan diawal tentang tanggung jawab atau kesepakatan seperti apa dengan pihak penjual (developer) ketika nanti memang terjadi perbedaan batas, ukuran, dan luas tanah kavling.

Cek Asal Muasal Tanah

Hindari untuk membeli tanah kavling bekas tempat sampah, bekas kuburan, atau bekas rumah ibadah karena itu kurang baik. Lebih baik memilih tanah bekas kebun, pekarangan, atau sawah. Jika tanah tersebut sudah didozer arau diolah maka kita bisa mencari informasi di Dusun, Kelurahan atau Kecamatan setempat.

Akses Jalan

Akses jalan selalu menjadi kebutuhan penting, untuk itu perlu dicermati sebelum kita membeli tanah kavling. Kalau bisa pilih kavlingan yang akses jalannya bisa untuk melintas dua mobil kiri kanan. Perihal ini bisa dilihat pada siteplan yang ditunjukkan oleh penjual (developer).

Kondisi & Prospek Lingkungan

Terutama bagi yang berniat investasi tanah kavling, haruslah bisa memprediksi perkembangan lingkungan sekitar lokasi, soal bagaimana prospek lokasi tersebut kedepannya, gali informasi yang berkaitan dengan lokasi tersebut sebanyak mungkin.
Jika membeli tanah kavling untuk hunian sendiri perlu kiranya dicermati lingkungan sekitarnya, tetangga kanan kirinya, kesiapan jaringan listrik dan air bersihnya. Sebaiknya hindari ketika membangun rumah namun lingkungan sekitarnya masih kosong, apalagi jaraknya sangat jauh dengan pemukiman, rumah anda terlihat terpencil sendirian dan relatif kurang bagus dari segi keamanan.

Mengenali Area Berbahaya Sekitar Lokasi

Sangat disarankan untuk tidak membeli tanah kavling yang terlaku dekat dengan area bandara, dekat jalur listrik tengangan tingi, jalur rel kereta, dan tepi sungai besar. Antisipasi pula dengan kemungkinan terjadinya penggusuran yang bisa terjadi karena adanya pembangunan fasilitas publik.

Perbandingan Harga

Soal harga tergantung dari nilai strategis dari lokasi itu sendiri, kavling yang posisi berada di depan atau pinggir jalan biasanya relatif lebih mahal dibandingkan dengan kavling yang posisinya di tengah atau di belakang. Prospek lingkungan sekitar juga menentukan harga tanah kavling, semisal tanah kavling di dekat objek wisata atau kampus biasanya juga lebih mahal harganya.
Biasanya harga tanah kavling ditentukan juga oleh progres lahan. Tanah kavling yang masih mentah yang berupa kebun atau sawah biasanya harganya masih murah, saat kondisi masih seperti ini justru biasanya yang paling diburu oleh para investor. Sementara jika lahan sudah matang dan terbentuk seperti misal jalan sudah terpaving, gorong-gorong juga sudah terpasang maka biasanya harganya sudah naik menjadi lebih mahal.

Cara Pembayaran

Setelah lokasi tanah kavling yang akan kita beli sesuai dengan kriteria-kriteria di atas, hal lain yang perlu kita telaah adalah tentang bagaimana cara pembayarannya? Memang biasanya penjualan tanah kavling biasanya dengan cara cash keras maupun cash bertahap jangka pendek (6 bulan lunas). Kabar baiknya bagi anda, untuk saat ini ada beberapa developer yang bisa melayani pembelian tanah kavling dengan skema pembayaran yang lebih lunak sehingga mempermudah kita yang punya keinginan untuk membeli tanah kavling baik peruntukan hunian sendiri maupun sebagai pilihan investasi.
Bahkan saat ini sudah ada developer yang melayani pembelian tanah kavling secara kredit in house (tanpa jasa perbankan) dengan masa kredit hingga 2 – 3 tahun TANPA BUNGA. Tentunya hal ini sangat membantu kita yang belum siap dana besar untuk memiliki hunian sendiri, dengan dukungan kredit tanpa bunga (Bunga 0%) bisa dipastikan akan lebih menguntungkan, karena kita samasekali tidak menanggung bunga cicilan tiap bulannya.

Tips ini sekedar bersifat saran, dengan maksud untuk meminimalisir kerugian-kerugian yang bisa terjadi saat kita akan membeli tanah kavling. Jika tulisan ini bermanfaat, silahkan anda bagikan (share) kepada orang lain agar mereka juga memahami resiko-resiko saat akan membeli tanah kavling.

Info Tanah Kavling Di Malang

Temukan tanah kavling sesuai dengan keinginan anda, ada yang dekat kota cocok untuk hunian pribadi dan ada pula yang dekat kampus lebih cocok untuk rumah usaha seperti rumah kos, warung kuliner, dan lain-lain.